Jumat, 07 Agustus 2009

You can learn Photoshop basics in 2 hours or redness of the distance, the flow of tears?

Honesty in advertising. It would not be a dream for consumers, with caution and skepticism, no? David Peters wrote openly of its destruction, for the first time opened the Photoshop software, and felt lost and depressed. The source of his dilemma had always wanted to know the basics seemed out of reach without an education session near you. Therefore, the idea was to "Learn Photoshop Now. After easily with the product measures. He devised a system for common tasks for users of Photoshop for a direction. On the product page, there are also videos of events like this can be achieved. It shows us, like the red eye on digital photos, if the size of an image, how you can avoid a loss of quality, the graphics and the final presentation. Click here for free information at risk Click here for the Risk Free Purchase http://1234dcba.lpnow.hop.clickbank.net/ When in screws and nuts of presentation, such as learning tools, or what is now the range, we are able to understand the formation, because the video, which leads to life and clarify the often fuzzy learning to read . It is a system for the hands to the consumer. If you already desperate software for learning a guide, one can not help, but the pleasure, as if every step of the leader. David Peters shows us some tricks of the trade. The fusion of images, so that their outside, as an example. It seems that he expects to our questions. Have you ever wondered if it could be a mistake for actresses to delete a photo or white teeth tobacco user? These come with the software. Although David Peters mentioned to help with the "base", there is sufficient material for the user the feeling of something like a beginner. The concept is that the training at their own pace, without stress. There is no content or a partnership. You should not be to the next question before it has committed itself to information in memory and / or notes. With money back guarantee, you have to lose? Perhaps some 'red eyes, acne, etc. Click here for the Risk Free Purchase

Keindahan Canon 500D

Kalau ditanya kamera DSLR apakah yang pertama kali memperkenalkan fitur movie, jawabannya tentu adalah Nikon D90. Nah, sejak saat itulah fitur yang semula tidak terbayangkan akan ada pada kamera DSLR ini akhirnya menjadi tren baru DSLR modern. Canon sendiri mengimplementasikan fitur movie ini pada EOS 5D mark II, kamera high-end berformat full frame dari Canon. Bila Nikon D90 dianggap mewakili kelas menengah dan EOS 5D mark II mewakili kelas atas, maka timbul pertanyaan apakah fitur movie juga akan dibenamkan di kamera DSLR kelas entry level? Olympus E-630 pun tak memberikan fitur movie ini, tidak juga pada pemain lama seperti EOS 450D, Nikon D60, Sony A200/A300 ataupun Pentax K200D.

Canon EOS 500D

Canon EOS 500D

Pertanyaan ini terjawab sudah pada hari ini, karena Canon resmi mengumumkan hadirnya penerus EOS 450D yang nota bene adalah jawaranya DSLR di kelas entry level, yang bernama Canon EOS 500D/Rebel T1i dengan keunggulan utama mampu merekam video HD 1920 x 1080 (20 fps) / 1280 x 720 (30 fps) dengan teknik kompresi H.264 codec. Sepintas dari tampilan memang tidak nampak ada yang berbeda antara 500D dengan pendahulunya 450D dengan bodi berbahan plastik berwarna hitam (namun memakai rangka baja stainless), bahkan dari spesifikasi mendasar pun hampir tidak banyak perubahan berarti. Masih mengusung 9 titik AF, kamera bersensor CMOS ini punya resolusi 15 MP atau persis sama seperti EOS 50D, sang pemain kelas menengah/semi-pro yang berbalut bahan magnesium alloy.

Inilah beberapa fitur utama dari EOS 500D :

  • sensor CMOS 15 MP APS-C (sama seperti EOS 50D)
  • ISO 100 – 3200 (bisa diangkat sampai ISO 12.800)
  • 3.4 fps continuous shooting
  • LCD 3 inci beresolusi 920.000 piksel (sama seperti EOS 5D mark II dan EOS 50D)
  • shutter speed : 30 detik sampai 1/4000 (masih sama seperti EOS 450D)
  • 9 titik AF (masih sama seperti EOS 450D)
  • sistem anti debu pada sensor
  • dijual bersama lensa kit EF-S 18-55mm IS

Bersamaan dengan peluncuran EOS 500D, Canon juga meluncurkan lampu kilat baru yang mungil bernama Speedlite 270EX. Lampu kilat yang ditenagai oleh 2 baterai AA ini memiliki guide number 27 dan bisa dibouncing ke atas hingga 90 derajat.

Tentu saja kehadiran EOS 500D baru ini membawa angin segar dalam dunia fotografi digital, karena telah memulai babak baru DSLR entry level dengan fitur movie. Saya bisa memahami kendala yang dihadapi oleh Canon sehingga tidak banyak peningkatan yang dilakukan (selain dari resolusi yang naik dari 12 MP ke 15 MP) dari 450D ke 500D, karena memang sulit untuk memperbaiki sesuatu yang sudah baik. Maka itu keputusan memberi fitur HD movie pada EOS 500D perlu diapresiasi, dengan harapan akan memotivasi pesaing untuk turut serta melakukan hal yang sama. Saya menantikan respon dari Nikon yang mungkin akan meluncurkan D5000 (DSLR entry level penerus D60 yang dirumorkan akan memiliki fitur movie), atau mungkin juga Pentax K300D, yang siapa tahu juga akan memberi fitur serupa.

Tambahan :

Saat ini semakin jelas segementasi pasar DSLR Canon. Melihat spesifikasi yang hampir sama antara EOS 500D dan EOS 50D, saya melihat kebanyakan calon pembeli DSLR Canon cenderung akan mengambil EOS 500D yang akan dijual di kisaran 9 jutaan. Mereka yang tetap ingin membeli EOS 50D tentu adalah para fotografer semi-profesional yang memerlukan :

  • bodi magnesium alloy dengan weather sealed
  • shutter hingga 1/8000 detik
  • kinerja burst hingga 6.3 fps
  • custom setting yang lengkap dan advanced

Para pembaca setia yang ingin membahas soal EOS 500D baru ini bisa berkomentar di bawah ini.

Contact Me :

Teuku Alman Faluti
Jln. Darussalam Gg. Veteran No. 21
Lhokseumawe - Aceh
Indonesia
Email : alfa_photography07@gmail.com
Phone : 085260489297